Edi Prasetyo

Tinggal di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak masih menjadi mahasiswa gemar menulis di koran. Buku-buku yang telah ditulis berjudul Da...

Selengkapnya
Apa Asyiknya Membaca Puisi?

Apa Asyiknya Membaca Puisi?

Membaca puisi? Untuk apa? Puisi itu hanya rangkaian kata-kata, yang seringkali susah dipahami maknanya. Karena itu, membaca puisi hanya akan membuang-buang waktu. Hanya akan membuat pusing kepala, toh akhirnya orang juga tak akan memperoleh apa-apa.

Begitu pendapat sebagian orang tentang puisi dan membaca puisi. Pendapat seperti itu memang terkesan sinis dan tidak menghargai puisi sebagai karya sastra. Tapi biarlah. Tak perlu ditanggapi dengan cara mengepalkan tangan. Santai saja. Percayalah, bahwa mereka yang berpendapat seperti itu hanya karena belum memahami apa itu puisi dan bagaimana cara mengapresiasinya.

Harus disadari, bahwa sebagai salah satu karya sastra, puisi memang bukan karya sastra biasa yang sembarang orang akan mudah memahami dan menikmatinya. Untuk bisa memahami sebuah puisi, orang tak cukup hanya membacanya di dalam hati. Untuk memahami puisi, sangat dibutuhkan perenungan mendalam dan kepekaan tingkat tinggi tentang makna kata-kata yang terangkai di dalamnya. Karena itu, bagi mereka yang tak memiliki kemampuan untuk memahami puisi, akan dengan mudah mengeluarkan pendapat seperti disebutkan tadi.

Padahal sebenarnya, setiap kata yang dituangkan dalam puisi bukanlah kata-kata biasa yang asal comot sesuai kehendak penulisnya. Kata-kata yang terdapat dalam puisi adalah kata-kata pilihan yang tidak sekadar untuk menggambarkan keadaan atau suasana yang diinginkan penulis, melainkan juga memperhitungkan segi estetika sebagai sebuah karya sastra.

Karena itu, untuk membuat sebuah puisi, seringkali dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tentu ini merupakan hal yang wajar, sebab penulis puisi perlu melakukan perenungan yang mendalam agar bisa memilih kata-kata yang tepat, yang selain dapat menggambarkan keadaan atau suasana yang diinginkan juga sekaligus memiliki unsur estetika tingkat tinggi.

Atas dasar hal tersebut, sebagus apa pun sebuah puisi, pihak yang paling memahami makna dan keindahannya adalah penulisnya sendiri. Karena itu, meski penggemar puisi telah berusaha untuk membaca, merenungkan, dan memahami makna dan keindahan sebuah puisi, tetap tak akan bisa sama persis dengan yang dimaksudkan penulisnya.

Agar makna dan keindahan sebuah puisi bisa dipahami dengan benar dan baik sehingga dapat dinikmati oleh banyak orang, seyogyanya dilakukan pembacaan puisi dengan bersuara. Dengan membaca bersuara tersebut, apa saja yang dikehendaki penulis puisi akan dapat diungkapkan dengan tepat. Selain kebenaran pengucapan kata, ketepatan intonasi, irama, mimik wajah, gerakan tubuh, dan yang lainnya juga harus benar-benar diperhatikan.

Dengan demikian, idealnya pembacaan puisi itu dilakukan oleh penulisnya sendiri. Namun kenyataannya, tidak semua penulis puisi memiliki suara yang bagus atau olah tubuh yang diperlukan. Dalam keadaan seperti ini, penulis puisi bisa mencari orang lain yang dianggap mampu membacakan puisi ciptaannya sesuai dengan maksud yang diinginkannya.

Apabila hal itu dilakukan, pembacaan puisi tentu akan asyik. Selain akan enak didengar, juga akan enak ditonton dan dinikmati. Dengan demikian, diharapkan akan semakin banyak orang yang memberikan apresiasi yang tinggi terhadap karya sastra ini. [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Latih kepekaan Kata. Lebih halus dan harus menggunakan indera Keenam. Harus Belajar Niki. Sugeng sonten, nuwun.

16 Jun
Balas

Betul, Pak Tanto. Membaca dan memahami puisi memang butuh kepekaan rasa. Sugeng sonten sinambi leyeh-leyeh.

16 Jun

Itulah dilematikanya puisi, membuatnya sulit. Namun sedikit orang yang mampu memahaminya. Termasul saya. Sugeng enjing pak Edi.

17 Jun
Balas

Hehehe... Kalau sudah didasari rasa suka, sedikit demi sedikit tentu akan berusaha untuk memahami dan menikmatinya, Pak Agus. Sugeng enjing ugi, Pak.

17 Jun

Memang sulit Pak Edi memahami kata per kata dalam bait puisi. Karenanya bila ada artikel bentuk puisi, saya bingung memahaminya. Tapi paling tidak, menikmati diksinya yang indah. Sukses selalu dan barakallahu fiik

16 Jun
Balas

Ya Bu, di situlah letak keindahan puisi yang tidak setiap orang mampu menikmatinya. Sukses juga untuk Bu Ropiah.

16 Jun

Sama halnya, apapun yang Kang Mas Edi tulis enak orang membacanya. Barakallah sehat selalu

16 Jun
Balas

Weleh weleh... Apa iya, Pak? Amin. Semoga Pak Syukri pun selalu sehat.

16 Jun

mengekspresikan rasa dengan memadukan fenomena lingkungan yang ada

18 Jun
Balas

Begitulah antara lain puisi dibuat.

18 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali