Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya

Asep Asli Medan

"Asep!" panggil seorang petugas HRD yang akan mengadakan wawancara seleksi penerimaan karyawan di perusahaannya, di kantor pusatnya di Jakarta.

"Ya, Pak," seorang pria berumur duapuluh lima tahunan menghadap kepada laki-laki itu.

"Saudara yang bernama Asep?"

"Benar, Pak. Saya Asep."

"Lengkapnya?"

"Asep Syarifudin, Pak."

"Baik, Mas Asep. Mas Asep asli Bandung, Sumedang, Majalengka, Tasikmalaya, atau mana?"

"Bukan, Pak. Saya asli Medan."

"Asli Medan? Bukankah kalau nama Asep itu umumnya berasal dari Jawa Barat?"

"Ah, Bapak. Memang umumnya nama Asep itu berasal dari Jawa Barat. Tapi, meski saya berasal dari Medan, tentu tidak dilarang mempunyai nama Asep kan, Pak?"

Laki-laki petugas HRD itu tersenyum. Ia memang tidak menyangka kalau pria bernama Asep yang sedang duduk di hadapannya itu berasal dari Medan. Setahu dirinya, kalau nama Asep, Cecep, Engkos, atau Euis itu biasanya berasal dari Jawa Barat. Karena itu, ia merasa agak heran ketika mendengar pengakuan Asep.

"Kalau boleh tahu, mengapa orang tua Mas Asep yang asli Medan itu memberi nama Asep?"

"Kata bapak saya, kita hidup di Indonesia yang berbhinneka tunggal ika ini harus memiliki wawasan NKRI. Bahwa dari daerah mana pun, kita ini merupakan satu kesatuan. Sehingga bapak saya tidak ragu untuk memberi nama saya Asep."

Petugas HRD itu tertegun mendengar penuturan Asep. Ia merasa kagum kepada bapaknya yang memiliki wawasan NKRI yang kuat.

"Baik, Mas Asep. Saya mau bertanya. Mas Asep kan Asli Medan. Seandainya Mas Asep diterima sebagai karyawan di perusahaan kami, kemudian ditempatkan di Papua apakah Mas Asep siap?"

"Siap, Pak! Di mana saja saya ditempatkan, saya selalu siap, Pak!" jawab Asep meyakinkan.

"Terima kasih, Mas Asep. Saya sangat senang mendengar jawaban Mas Asep. Saat ini juga, Mas Asep kami terima sebagai karyawan di perusahaan kami. Mulai Senin depan, Mas Asep mengikuti job training selama seminggu. Informasi lebih lengkap akan kami kirim lewat surat elektronik," kata petugas HRD itu sambil menyalami Asep.

"Alhamdulillah Ya Allah!"

Asep menjabat kuat-kuat tangan petugas HRD tersebut. Sesaat setelah melepas jabat tangannya, lelaki itu langsung melakukan sujud syukur. Petugas HRD itu benar-benar kagum pada Asep. Selain karena jiwa nasionalisme kuat, ternyata keimanannya juga tampak kuat.[*]

Sokaraja, 5 Juni 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semoga Asep senantiasa sukses

05 Jun
Balas

Amin. Terima kasih sekali atas doanya, Bu.

05 Jun

Asep... Kasep ga, Pak ?

05 Jun
Balas

Kasep? Abdi mah teu ngarti kasep, Teh Nia. Benar tdk, Bu?

05 Jun

Hebat Asep Anak Medan. Aku NKRI...njih Pak Kepala Sekolah ? Salam sehat dan sukses selalu. barakallah.

05 Jun
Balas

Iya, Bu. Cinta NKRI hrs diwujudkan dlm kenyataan, bukan sekadar ucapan.

05 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali