Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya
Bulikku Kawin dengan Pakdenya

Bulikku Kawin dengan Pakdenya

"Sebel, sebel, sebel! Aku benar-benar sebel!" ujar Mirna setengah berteriak sambil membanting pantatnya ke kursi saat istirahat kedua kemarin.

"Ada apa sih, Mir kok tiba-tiba kamu tampak jengkel begitu?" Lina, teman sekelasnya mendekati sambil menepuk pundak Mirna. Masih dengan wajah muram, Mirna pun kemudian memberi penjelasan kepada Lina.

"Bagaimana aku tidak jengkel, Lin. Masa sih bulikku, Bulik Prapti, mau kawin sama pakdenya Wawan?"

"Apa? Bulikmu mau kawin sama bujang lapuk itu?" Lina tampak terbelalak.

"Iya, Lin. Makanya aku benar-benar heran kepada bulikku. Kena japa mantra apa bulikku itu, kok sampai mau diajak kawin oleh pria tua itu. Kamu tahu sendiri kan, Lin? Bulikku itu, meskipun merupakan janda beranak satu, tapi dia itu masih muda dan cantik. Kulitnya pun putih bersih. Sementara, pakdenya Wawan kamu tahu sendiri, bukan? Selain sudah tua, wajah dan tubuhnya pun sangat jauh dari rata-rata pria pada umumnya."

"Iya, ya, Mir? Apa bulikmu terkena guna-guna pakdenya Wawan ya?" Lina tampak mendukung pendapat Mirna.

"Tidak perlu kamu marah-marah begitu, Mir," Wawan yang sejak tadi mendengarkan percakapan antara Mirna dan Lina datang mendekati mereka dari arah belakang. "Orang yang mau kawin saja tenang-tenang kok kamu malah pusing sih?" Lanjut Wawan sambil duduk menghadap Mirna.

"Tentu saja kamu bisa ngomong begitu, Wan. Karena pihak pakdemu yang akan memperoleh keuntungan. Sementara pihak bulikku, jelas akan mengalami kerugian!" Mirna menjelaskan.

"Maksudmu?" Tanya Wawan tampak kurang paham atas kata-kata Mirna. Sejenak Mirna menarik napas.

"Pakdemu jelas akan memperoleh keuntungan, Wan. Meski sudah tua dan jelek, tapi akan punya istri yang masih muda dan cantik. Sementara bulikku rugi besar, karena sebagai wanita muda dan cantik, dia akan memperoleh suami yang sudah tua dan jelek."

"Mirna, Mirna. Meskipun pakdeku itu sudah tua dan tidak ganteng, tapi dia itu masih bujangan dan kaya. Sementara..,"

"Tentu saja pakdemu sampai tua masih bujangan, Wan," potong Mirna. "Karena mana mungkin ada wanita yang mau kawin sama pakdemu?" Lanjut Mirna.

Begitulah. Mirna dan Wawan terus berdebad mengenai akan kawinnya buliknya Mirna dengan pakdenya Wawan. Keduanya tak ada yang mau mengalah. Keduanya tetap berpegang pada pendiriannya masing-masing. Sampai bel istirahat selesai, perdebadan mereka belum juga berhenti. Mereka baru berhenti berdebad setelah Bu Rina, guru Biologi mereka yang akan mengajar pada jam berikutnya melerai mereka.

"Sudah, sudah. Kalian tidak perlu terus-menerus berdebad seperti itu Mirna, Wawan! Biarkan bulikmu dan pakdemu menentukan pilihannya sendiri dalam mencari jodoh. Kalian tahu bukan, yang namanya cinta itu tidak memandang rupa, harta, dan juga usia? Bulikmu dan pakdemu tentu memiliki alasan tersendiri dalam rangka meraih kebahagiaan sehingga kemudian keduanya bersepakat untuk kawin. Itu mutlak hak mereka, dan kalian sama sekali tak boleh mencampuri," ujar Bu Rina.

Setelah mendapat penjelasan dari Bu Rina, kedua siswa kelas XI MIPA-2 itupun kemudian duduk di kursi masing-masing untuk mengikuti pelajaran Biologi. Namun, rupanya Mirna masih belum juga bisa memahami mengapa buliknya yang masih muda dan cantik itu mau kawin dengan pakdenya Wawan yang sudah tua dan jelek itu. Seringkali cinta itu memang unik. Pemikiran orang lain seringkali berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh orang yang sedang menjalaninya.(*)

Sokaraja, 14 Mei 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Pak dhe wawan kaya njih pak,?jadinya buliknya Mirna mau..he...he

14 May
Balas

Bukan krn kayanya, tapi krn kasihan sdh tua belum juga ada wanita yg mau jadi istrinya. Hehehe...

14 May

Hehehe...apa betul ya pak, cinta itu buta? Salam sama bu Rina...njih pak. Mirna jangan marah-marah aja ya...hihihi. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

14 May
Balas

Gak betul. Kan tetap berdasarkan pertimbangan. Salam sehat juga, Bu.

14 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali