Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya

Guru Leda-lede tapi Memperoleh Tunjangan Profesi

Bu Guru Narsih sering kesal kepada teman sejawatnya, Pak Narko. Hampir setiap pagi, di saat guru lainnya sedang sibuk mengatur siswa yang akan masuk ke kelas, guru Penjasorkes itu sering dilihatnya sedang minum kopi sambil merokok di dapur sekolah.

“Jadi guru kok enak banget to, Pak. Guru lainnya sedang sibuk mengatur siswa yang mau masuk ke kelas kok sampeyan malah enak-enak ngopi di dapur sambil merokok begitu,” ujar Bu Guru Narsih tadi pagi dengan ketus.

“Lho, ngatur siswa yang akan masuk ke kelas itu kan tugasnya guru kelas to Bu, bukan tugas saya! Biarkan saja guru kelas pada ngatur siswa, saya tak ngopi dan merokok dulu, karena tadi di rumah saya belum sempat ngopi dan merokok kok,” jawab Pak Guru Narko enteng tanpa merasa bersalah sembari mengeluarkan asap rokok dari hidungnya.

“We lah! Sampeyan itu bagaimana to, Pak? Meski sampeyan bukan guru kelas, tapi ketika ada guru kelas yang sedang kesulitan mengatur siswanya, masa sampeyan hanya melihat sambil ongkang-ongkang begitu. Mbok yang punya tepo seliro dan perhatian kepada teman, Pak,” lanjut guru kelas 6 itu.

Merasa tidak enak dengan guru seniornya itu, Pak Narko langsung menghabiskan kopinya yang tinggal setengah cangkir dan kemudian mematikan rokoknya. Sebelum ia melangkah keluar meninggalkan dapur, Bu Narsih kembali berkata kepadanya.

“Sebenarnya negara itu rugi punya guru seperti sampeyan, Pak,” ujar Bu Narsih sinis.

“Kok rugi kenapa, Bu?”

“Ya jelas rugi! Karena negara telah memberi gaji yang cukup tinggi kepada sampeyan, sudah pula memberi tunjangan profesi, tapi kinerja sampeyan kok leda-lede begitu. Membuat RPP, tidak pernah. Membuat nilai siswa, cuma ngarang. Hampir setiap saat kerjaan sampeyan cuma ngopi dan merokok. Setelah mengajar sebentar, sebelum pukul 12.00 sampeyan sudah pergi entah kemana. Apakah negara tidak rugi punya guru seperti sampeyan?”

Pak Narko hanya cengengesan karena mengakui bahwa apa yang dikatakan guru seniornya itu benar adanya. Ia pun kemudian segera meniup peluit sambil menghampiri siswa kelas 6 yang sedang bersiap-siap mau mengikuti pelajaran Penjasorkes.

"Guru leda-lede seperti itu kok mendapat tunjangan profesi!” batin Bu Guru Narsih sambil melangkah menuju ke ruang kelasnya.[*]

Catatan : cerita ini fiksi belaka, hanya untuk mawasdiri kita sebagai guru, tanpa bermaksud menyinggung siapa pun.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Leda lede sudah jadi jogetannya Pak, berharapnya sih bisa sadar akan profesinya. Saya cukup ngelus dada dengan sikap guru leda lede ini.

03 Nov
Balas

Iya, Bu. Memang hal seperti itu cukup memprihatinkan.

03 Nov

Genah iya koh ! Jaaannn....

04 Nov
Balas

Lha niku tugase pengawas ngoprak-oprak.

04 Nov

Saya juga gregetan kalau lihat guru leda lede seperti Pak Narko. Hidup kok ya penak men.

03 Nov
Balas

Iya, Bu. Jika seperti itu, bisa jadi gaji dan tunjangan profesi yg diterimanya tdk akan berkah.

04 Nov

Seharusnya guru leda lede ditinggal ae , njih pak. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, pak.

03 Nov
Balas

Hehe... iya, Bu. Tapi kalau masih bisa dibina, itu lebih baik. Salam sehat juga, Bu.

03 Nov

Betul pak, gabung di gurusiana, jadi sadar, karena para gurusianer org org hebat. Sukses selalu dan barakallah

03 Nov
Balas

Ya, Bu. Biar ilmu dan wawasan berpikirnya tambah luas.

03 Nov

Sepertinya fiksi yang nyata Pak...

03 Nov
Balas

Hehe...apa iya, Bu?

03 Nov

saya jadi teringat seseorang eh Pak...siapa ya? semoga guru seperti itu hanya fiksi...semoga tak ada di dunia nyata...tapi di dunia antah berantah..he.he.

04 Nov
Balas

Jika ada, dia perlu disadarkan agar mau meningkatkan kinerjanya, supaya gaji dan tunjangan profesinya berkah.

04 Nov

Semoga guru leda lede segera insyaf. Mak gregah menyat mbangun negara.Yang tdk leda lede lanjutkan, semangat sebagai abdi negara yg amanah.

04 Nov
Balas

Ya, Bu. Semua guru hrs selalu bersemangat utk mengabdi demi kejayaan bangsa dan negara kita.

04 Nov

Banyak yang seperti itu, miris dan teriris rasanya. Dulu, sewaktu belum punya pekerjaan pada sibuk nyari kerja, setelah dapat, disia-siakan .. Astaghfirullah ..

03 Nov
Balas

Itu termasuk tdk mau bersyukur atas nikmat yg telah Allah berikan ya, Bu?

03 Nov

Ajak gabung di gurusiana aja pak moga insyaff...

03 Nov
Balas

Hehehe...mdh2sn segera insyaf ya, Bu.

03 Nov

Guru jaman now.. tunjangan seabreg.. kinerja ...????? Berkaca pd GTT kinerja sama dg PNS tapi mereka bekerja dg ikhlas. Bersyukur bagi yg dpt tunjangan...jadilah guru abad 21.

03 Nov
Balas

Guru seperti itulah yg sangat kita sayangkan, Pak.

04 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali