Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya

Inilah Hasil Perjuangan Kami!

"Tak lama lagi, Saudara-saudara akan diangkat menjadi pegawai! Kemarin, Presiden telah menandatangani Peraturan Pemerintah. Saudara-saudara pantas berterima kasih kepada pimpinan kami. Karena, atas perjuangan beliaulah semua ini terjadi!" ujar seorang yang berpidato di atas mimbar dengan penuh semangat. Semua orang yang memadati gedung serbaguna itu langsung menyambut dengan tepuk tangan riuh penuh sukacita. Beberapa di antaranya bahkan bersuit-suit sambil melompat-lompat kegirangan.

"Anda tak boleh mengaku-aku seperti itu!" seru seorang pria yang duduk di deretan kursi paling depan sembari berjalan menuju ke atas mimbar.

"Sebelum Anda dan pimpinan Anda melangkah, kami sudah lebih dahulu menemui Presiden untuk membicarakan hal ini. Jadi, ini semua bukan merupakan hasil perjuangan Anda dan pimpinan Anda, tapi ini merupakan hasil perjuangan kami!" lanjut pria kekar tersebut dengan suara lantang.

Orang-orang yang memadati gedung serbaguna itu kembali bersorak-sorai kegirangan. Suit-suitan mereka pun kembali terjadi. Namun sorak-sorai dan suit-suitan mereka seketika terhenti ketika ada seorang pria berbadan kurus dan berpeci naik ke atas panggung dan langsung mengambil mikrofon.

"Kita tentu pantas bersyukur karena Presiden telah mengambil keputusan yang benar-benar telah kita nantikan sejak lama. Namun saya pribadi benar-benar merasa kecewa terhadap pernyataan Anda berdua yang telah mengaku-aku bahwa ini semua karena perjuangan Anda dan pimpinan Anda!" ujar pria berbadan kurus tersebut. Semua orang yang memadati ruang serbaguna itu langsung diam, tak ada yang bersuara sama sekali. Suasana benar-benar menjadi hening.

"Saya benar-benar heran kepada Anda berdua!" lanjut pria itu sembari menunjuk muka dua orang yang berdiri di sampingnya. "Beraninya Anda berdua mengaku-aku bahwa ini semua merupakan hasil perjuangan Anda dan pimpinan Anda! Bukankah sebagai orang beriman Anda mengakui kalau semua yang terjadi di dunia ini atas kuasa Tuhan? Lalu mengapa Anda berdua mengesampingkan peran Dia dalam hal ini? Apakah semua ini bisa terjadi jika Tuhan tidak menghendaki? Tidak, kan?" lanjut pria kharismatik tersebut. Kedua orang yang berdiri di sampingnya hanya bisa menunduk.

"Kita memang merasa senang karena Presiden telah mengambil keputusan tepat seperti itu. Namun yang harus kita lakukan adalah bersyukur kepadaNya, bukan malah mengaku-aku bahwa ini merupakan hasil perjuangan Anda! Camkan kata-kata saya ini!" ujar pria kurus berpeci tersebut mengakhiri kata-katanya kemudian turun dari mimbar.

Seketika orang-orang yang memadati ruang serbaguna itu bertepuk tangan riuh sambil keluar meninggalkan ruangan. [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sekali lagi, cerpen satire tercipta dari tangan dingin penulis handal. Terimakasih Bapak. Banyak orang memancing di air keruh, berharap mendapatkan keuntungan atas hal yang telah terjadi. Menganggap dan mengaku juga dirinya paling berjasa, dan memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu hal. Terkadang sampai kelewatan, bahkan menafikkan keberadaan Tuhan di dalamnya. Sekali lagi Tuhanlah tempat segalanya bermuara. Terimakasih Pak Edi, atas cerpen-cerpen yang selalu luar biasa. Sarat pesan dan sindiran halus atas realitas yang terjadi di negeri ini.

06 Dec
Balas

Kenyataannya memang masih cukup banyak orang seperti itu, Bu. Semoga kita tidak ikut-ikutan seperti mereka. Ya, Bu sama-sama.

06 Dec

Kesimpulannya, jangan menjadi orang yang merasa paling berjasa atas kesuksesan orang lain karena penentu segalanya adalah Tuhan, begitu njih Pak?

06 Dec
Balas

Begitulah, Bu. Namun masih cukup banyak orang yang menganggap dirinya sebagai penentu kejadian di dunia.

06 Dec

Mantaap...sarat dengan makna, sungguh luar biasa. Maturnuwun Pak..semoga sehat dan sukses slalu

07 Dec
Balas

Sama-sama, Bu. Salam sehat dan sukses juga untuk Bu Lupi.

07 Dec

Pak Edi Prasetya... tulisannya memang keren... Makasih banget bukunya ya pak.. sungguh luar biasa..

07 Dec
Balas

Alhamdulillah. Ya Bu, sama-sama.

07 Dec

Wow..luar biasa..sebuah sindiran halus yang mantaps...Makasih atas kisahnya yang menginspirasi..Pak Edi...Semoga selalu sehat..

06 Dec
Balas

Sama-sama, Bu Rini. Amin. Semoga Bu Rini pun selalu sehat.

06 Dec

Banyak yang numpang anget, Pak... Mksh, cerpennya, Pak.

06 Dec
Balas

Apa iya, Bu? Sama-sama, Bu.

06 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali