Edi Prasetyo

Tinggal di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak masih menjadi mahasiswa gemar menulis di koran. Buku-buku yang telah ditulis berjudul Da...

Selengkapnya

Jangan Bilang Kaya Sebelum ke Singapura

Seorang teman suatu saat berkata, “Jangan bilang kaya sebelum kamu ke Singapura. Jika kamu belum ke sana, kamu akan rugi besar karena di sanalah salah satu tempat terindah di dunia.”

Sebenarnya, saya tak perlu menanggapi kata-katanya. Selain karena yang diucapkannya itu bisa jadi sekadar kelakar, menurut saya “dalil” yang dikemukakannya pun ngawur. Apa ada ketentuan kalau orang kaya harus pernah ke Singapura? Selain itu, saya sendiri pun bukan orang kaya.

Namun setelah saya pikir-pikir, sepertinya teman saya itu tidak sedang berkelakar. Tampaknya kata-katanya serius. Bahkan, dari mimik wajahnya saat berkata, saya memperoleh kesan kalau dia sengaja ingin merendahkan saya.

Sebagai orang yang tak memiliki kelebihan harta, saya beserta istri dan anak-anak memang hampir tak pernah mengeluarkan biaya banyak untuk hal-hal yang menurut kami kurang penting. Uang yang kami miliki, sebatas untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya pendidikan bagi anak-anak. Kalaupun berwisata, tak harus sampai ke Singapura. Cukup ke Jogja, Jakarta, Malang, Bogor, atau ke tempat-tempat lain yang dari segi biaya kami masih mampu menjangkaunya.

Berbeda dengan teman saya itu. Dia itu orang kaya yang menurut saya memiliki kelebihan banyak harta. Selain rumahnya megah dan mobilnya mewah, dia juga memiliki perusahaan di beberapa tempat. Wajar jika dia dan keluarganya bisa sering melancong ke mancanegara. Salah satu tempat yang sering dikunjunginya bersama keluarga, memang Singapura. Bukan hanya untuk berwisata mereka ke Singapura. Untuk melakukan pengecekan kesehatan maupun sekadar merayakan ulang tahun keluarga pun mereka ke sana.

Meski demikian, menurut saya setidaknya teman saya itu memiliki dua kekurangan. Pertama, dia itu termasuk pelit untuk bersedekah. Kedua, meski dia seorang muslim, sampai sekarang dia belum juga menunaikan ibadah haji. Menurut pengakuannya, sampai saat ini Allah belum memanggilnya. Masyaallah!

Saya pun kemudian berkata kepadanya, “Biarlah orang berduyun-duyun datang ke Singapura. Sama sekali saya tidak akan iri. Jika sampai akhir hayat saya tak juga bisa mengunjunginya, sama sekali saya tak akan menyesal. Saya baru akan menyesal jika sampai akhir hayat tidak bisa ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Meskipun harus menunggu sampai lima belas tahun lagi, saya tetap akan sabar menanti.”

Mendengar kata-kata saya, wajah teman saya itu tampak memerah. Saya tak tahu mengapa hal itu sampai terjadi. Biarlah hanya dia sendiri yang mengerti. [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Assalamualaikum. Saya setuju sekali dengan tulisan Bapak. Memang tak ada dalil yang shahih tentang kaya dan harus pergi ke Singapura. Menurut saya, Indonesia memiliki tempat wisata yang tak kalah menawan dengan Singapura. Bahkan tiruan taman bunga Garden By the Bays bisa ditemukan di Taman Bunga Nusantara Cianjur. Lebih bagus dan lebih luas. Area bermain ramah anak yang banyak ditemukan di Singapura pun, bisa ditemukan di taman seputar Monas. MRT yang nyaman? Ah, Indonesia pun kini sudah punya, tak perlu jau-jauh ke Singapura. Jika saya pernah ke Singapura bukan karena merasa kaya tetapi hanya suka traveling saja. senang mendapatkan pengalaman di negara orang. Salam hormat dan salam literasi dari Cianjur.

13 Aug
Balas

Waalaikumsalam wr.wb. Alhamdulillah, ternyata keindahan alam maupun objek-objek wisata di Indonesia sangat menawan sehingga dikagumi banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ya Bu. Terima kasih atas penambahan wawasannya, Bu. Salam hormat dan salam literasi juga dari saya.

13 Aug

sae Pak, .niku namung .takaran individual.Padahal hatilah kekayaan itu berada.

13 Aug
Balas

Betul sekali, Pak Tanto. Terima kasih.

13 Aug

Jawaban telak pak Edi, semoga dapat hidayah temannya. Sehat dan sukses selalu.

14 Aug
Balas

Mudah-mudahan saja, Bu. Sehat dan sukses juga untuk Bu Rita.

15 Aug

Jawaban yang tepat sekali tentunya. Semoga teman Bapak kembali ke jalan yang lurus..hehe. Salam sehat dan sukses selalu, Pak Edi.

13 Aug
Balas

Iya, Bu. Mudah-mudahan saja begitu. Salam sehat dan sukses pula untuk Bu Hafni.

13 Aug

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali