Edi Prasetyo

Tinggal di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak masih menjadi mahasiswa gemar menulis di koran. Buku-buku yang telah ditulis berjudul Da...

Selengkapnya
Jangan Kejar Eko Prasetyo
Eko Prasetyo, sumber : fb.

Jangan Kejar Eko Prasetyo

Siapa pun Anda, jangan coba-coba mengejar Eko Prasetyo. Tak bakal mampu! Anda akan keponthal-ponthal! Ya, meski postur tubuhnya kecil, namun gerakan pria itu sangat lincah dan gesit. Pergerakannya sangat cepat dan sulit diterka. Itulah yang membuat bingung siapa pun yang ingin mengejarnya, lebih-lebih jika ingin menangkapnya.

Pria tampan itu sudah biasa sarapan pagi di Surabaya. Tapi makan siangnya di Balikpapan, Pangkalpinang, atau kota lainnya. Nanti makan malamnya di Medan, Jakarta atau tempat lain. Mengapa? Karena dia itu kemana saja naik pesawat. Atau setidaknya naik kereta api. Jadi, mana mungkin Anda akan mampu mengejarnya jika hanya mengendarai mobil atau lebih-lebih motor?

Dalam hal menulis pun begitu. Anda juga tak akan mampu mengejarnya. Saat Anda baru menyelesaikan dua tiga kalimat, dia sudah bisa menyelesaikan satu halaman. Ketika Anda berhasil membuat satu paragraf, dia telah menyelesaikan satu tulisannya.

Hebatnya lagi, dia itu bisa menulis apa saja dan apa saja bisa dia tulis. Semua sama bagusnya. Tak ada yang jelek. Coba saja amati! Apa pun yang dia tulis, selalu diminati banyak pembaca. Mau bilang apa coba! Luar biasa, bukan?

Tapi Anda tak perlu heran. Menurut kabar burung, sejak kecil Eko Prasetyo itu memang sudah suka menulis. Kapan saja di mana saja, dia menulis. Tidak hanya di kertas, dinding rumah orang tuanya pun dia penuhi dengan berbagai tulisan. Memasuki masa remaja, dia suka menulis di media massa cetak seperti koran dan majalah. Kegemarannya dan kepiawaiannya menulis di media cetak itulah yang kemudian mengantarkannya menduduki jabatan penting di sebuah penerbitan.

Hari-harinya hampir tak pernah sepi dari kegiatan menulis. Kalau tidak menulis buku ya menulis artikel. Sudah berpuluh-puluh buku yang ditulisnya. Sedangkan artikel sudah tak terhitung banyaknya. Kalau tidak menulis ya membaca, berdiskusi untuk merencanakan kegiatan pelatihan menulis, atau menjadi narasumber dalam pelatihan menulis. Pokoknya boleh dikatakan, hidupnya hanya untuk membaca dan menulis.

Tapi benarkah tak ada orang yang akan mampu mengejarnya? Tidak benar! Jika dia sedang tidak bepergian, dengan mudah Anda akan bisa mengajaknya ngobrol sambil makan-makan. Dia itu memang termasuk orang yang menyukai aneka makanan. Setiap bepergian ke suatu daerah, hal pertama yang dia lakukan adalah mencari makanan khas daerah setempat. Tak mengherankan jika dia paham betul terhadap makanan khas yang ada di berbagai daerah yang pernah dikunjunginya.

Dalam hal menulis bagaimana? Apa ada di antara Anda yang akan mampu mengejarnya? Mungkin saja! Tunggu saja sampai dia tak lagi memiliki semangat untuk menulis. Saat itulah Anda akan bisa mengejarnya.Tapi kapan? Sepertinya tak mungkin dia kehilangan semangat untuk menulis.

Jadi? Realistis sajalah! Jika memang Anda tak mampu mengejarnya, maka ikuti saja langkah dan gerakannya. Kalaupun Anda tak akan mampu menangkapnya, setidaknya Anda tak akan terlalu jauh darinya. [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Njenengan pancen ngangeni, Pak... Semoga ada takdirnya bagi kita untuk bersemuka dan ngopi tipis-tipis kembali. Aamiin...

11 Feb
Balas

Ya, Mas. Insyaallah kapan-kapan kita akan bersemuka. Semoga saja.

12 Feb

Yang Ngangeni saat di Bandara. Soal Speed write... Yes Pak.

12 Feb
Balas

Iya, Pak. Betul sekali.

12 Feb

Mantab Pak Edi, Lha penggemar sudah puluhan ribu, tak ada gurusianer yang tak kenal dia, jadi sangat wajar Mas Eko selalu terdepan dalam hal menulis dan yang lainnya, Barokallah

12 Feb
Balas

Betul sekali, Pak Syaihu. Ikuti saja jejak beliau.

12 Feb

Saya tidak akan mengejarnya, cukup membaca tulisan-tulisan beliau yang mbacekno..barakallah Pak Edi

12 Feb
Balas

Tidak perlu mengejar, tapi ikuti saja langkahnya, Bu.

12 Feb

Kita tunggu duet tulisan sama -sama Prasetyo ini. Dua-duanya luar biasa. Barakallah

12 Feb
Balas

Hehehe... Apa saya kuat sih berduet dengan beliau? Terima kasih atas apresiasi Bu Lupi.

12 Feb

Luar biasa...

12 Feb
Balas

Betul Bu, Mas Eko memang luar biasa.

12 Feb

Eko Prasetyo dan Edi Prasetyo, jika disingkat sama-sama EP, keduanya sama-sama menginspirasi, memotivasi dan mengedukasi di gurusiana. Saya ndak bisa ngejar Mas Eko, kaki saya sakit...Pak. Hehehe. Jalan aja masih timak timik. Salam sehat, bahagia dan sukses selalu. Barakallah, Pak Kepala Sekolah.

12 Feb
Balas

Ya, Bu. Semoga kaki Bu Raihana lekas sembuh. Tidak bisa mengejar Mas Eko secara fisik tidak apa-apa, Bu. Tangkap terus motivasi dan inspirasi darinya.

12 Feb

Benar sekali Pak. Saya tak mau me gejar beliau, capek Pak, bikin gregetan. Sukses selalu dan barakallah

12 Feb
Balas

Hehehe... Iya, Bu. Semakin dikejar, akan semakin cepat langkahnya. Sukses juga untuk Bu Ropiah.

12 Feb

Saya jadi pembaca saja Pak Edi sambil terus menulis sebisa dan semampu saya..Sukses untuk Pak Edi dan Pak Eko Prasetyo..Barakallah..

11 Feb
Balas

Bu Rini sudah jadi penulis. Terima kasih atas doa Bu Rini. Sukses juga untuk Bu Rini.

11 Feb

betul. kalaupun tidak akan mengejarnya minimal kita mengikuti langkahnya. mana tau langkah itu yang akan memposisikan kita sama bisanya seperti mas eko hehehhe

11 Feb
Balas

Iya, Bu. Ikuti saja langkahnya. Dalam hal menulis, dia itu panutan kita.

11 Feb

Iyya, betul. Sungguh sulit mengejar Mas Eko. Cukuplah membaca karyanya, menjadikannya sebagai motivator, dan yang penting, saya mendapatkan percikan semangat menulis dari beliau. Semoga sehat selalu, Pak Edi, Mas Eko. Salam santun. Barakallah.

11 Feb
Balas

Betul, Bu. Mas Eko itu motivator hebat penyemangat para penulis. Ambil semua ilmu menulis yang diberikannya. Terima kasih atas doa Bu Teti. Semoga Bu Teti pun selalu sehat. Salam.

11 Feb

Pak Edi, saya jadi penasaran nih, apa benar, Mas Eko, CEO kita ini Eko Prasetyo dari Resist Book yang menulis buku perlawanan seperti : Orang Miskin Dilarang Sekolah, Islam itu Agama Perlawanan, dan Guru : Mendidik itu Melawan ! Saya cari di googleEko Prasetyo banyak sekali. Mohon penjelasan dari Pak Edi atau Mas Eko.Terimaksih.

12 Feb
Balas

Biar Mas Eko yang menjelaskan, Pak. Saya juga sedang menanyakan kepada beliau tapi belum dibalas.

12 Feb

Iya pak, semoga Mas Eko sempat balas dan memberikan jawabannya. Terimakasih Pak Edi atas responnya.

12 Feb

Setelah saya tanyakan, ternyata Eko Prasetyo tersebut bukan Eko Prasetyo MediaGuru, Pak.

12 Feb

Oke, nama Prasetyo memang luar biasa. He..he.Terimaksih pak Edi infonya.

12 Feb

Pak Eko selalu inspiratif. Pak Edy, luar biasa. Duo Prasetyo yang ngangenin.

12 Feb
Balas

Terima kasih, Pak Mahfud. Tulisan Pak Mahfud juga bagus-bagus.

12 Feb

Pak Eko selalu inspiratif. Pak Edy, luar biasa. Duo Prasetyo yang ngangenin.

12 Feb
Balas

Benar sekali pak heheee....

12 Feb
Balas

Iya, Bu. Ikuti saja langkah-langkah kreatifnya.

12 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali