Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya
Kepala Sekolah yang Tersisih

Kepala Sekolah yang Tersisih

Tubuh Sumirah masih menggigil. Pipinya telah basah oleh air mata. Dengan tangan yang gemetar, seusai membaca surat keputusan pemindahtugasan suaminya ke sekolah yang baru, ia hampir saja merobek-robek kertas itu kalau saja suaminya tidak segera mencegahnya.

"Jangan lakukan ini, Sum! Ini semua merupakan tugas negara! Sehingga tak ada alasan apapun bagiku untuk menolaknya," ujar Pak Kirno seraya meminta kembali surat keputusan mutasi dirinya yang masih dipegang istrinya.

"Aku tahu ini tugas negara, Mas! Tapi menurutku, pemindahtugasan dirimu kali ini terasa janggal. Selain karena terkesan mendadak, juga sangat tidak masuk akal. Memang kamu punya salah apa sih Mas, kok sampai di pindah ke sekolah yang sangat jauh?" Tanya Bu Kirno sambil berurai air mata.

Pak Kirno hanya diam. Pandangannya kosong memandang langit-langit rumahnya. Sesaat kemudian ia teringat pada peristiwa seminggu yang lalu di sekolah. Waktu itu, ada orang tua siswa yang datang menemuinya terkait dengan anaknya yang tidak naik kelas. Dengan membawa surat sakti dari seorang pejabat, orang itu meminta kepadanya agar mengubah nilai rapor anaknya, sehingga anaknya yang semula tidak naik kelas akan menjadi naik. Setelah itu, orang tua itu akan memindahkan anaknya ke sekolah lain.

Namun Pak Kirno tidak mau menurutinya. Sebagai kepala sekolah, ia tetap memegang kuat pendiriannya, bahwa keputusan tentang kenaikan kelas sudah final. Keputusan itu diambil melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan nilai siswa dan aspek-aspek lainnya. Sehingga tak mungkin ia akan mengubahnya.

Karena keinginannya tak dituruti oleh Pak Kirno, melalui telepon orang tua itu melapor kepada pejabat pemberi surat sakti tadi. Sesaat kemudian pejabat itu menelpon Pak Kirno. Dengan nada marah, ia mengancam Pak Kirno. Jika Pak Kirno tetap tidak mau menuruti permintaannya, siap-siap saja menanggung akibatnya, katanya.

Sementara istrinya masih saja menangis. Ia benar-benar tak bisa membayangkan bagaimana nanti suaminya dalam menjalankan tugasnya di sekolah yang baru. Dengan jarak yang hampir 100 km yang ditempuh dengan mengendarai motor, tentu akan sangat merepotkan suaminya yang sudah berumur 57 tahun itu. Jika harus kos dan pulang seminggu sekali, ia benar-benar tak tega. Bagaimana suaminya dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari nanti.

"Sudahlah, Sum. Kita tidak usah berprasangka yang tidak-tidak. Kita harus tetap percaya, bahwa semua ini Allahlah yang mengatur. Bisa saja ini semua merupakan cara Allah untuk menguji kesabaran kita," Pak Kirno mencoba tetap tenang sambil membelai pundak istrinya. Sama sekali ia tidak mau menceritakan kepada istrinya mengenai kejadian yang dialaminya seminggu yang lalu.

Hari-hari terus berlalu. Dengan kesabarannya, Pak Kirno tetap menjalankan tugasnya di sekolah yang baru dengan tanpa mengeluh. Karena jauh, ia terpaksa naik bus. Pagi-pagi sekali seusai subuh, ia sudah harus berangkat. Paling cepat menjelang magrib ia baru sampai rumah. Semua guru dan karyawan sekolahnya, benar-benar merasa kasihan kepadanya. Namun yang paling merasa kasihan adalah istrinya. Setiap hari ia melihat suaminya yang tampak sangat begitu kelelahan.

Dalam kesabarannya, Pak Kirno selalu memohon kepada Allah agar senantiasa memberi kesehatan kepadanya, sehingga dirinya akan tetap mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Ia berpikir, jika keteguhan pendiriannya untuk tidak mau menuruti permintaan orang tua dan pejabat itu yang menyebabkan dirinya harus tersisih, ia benar-benar ikhlas. Baginya, jabatan adalah amanah, yang sama sekali tidak boleh diminta, dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.*

Hotel Salak Tower, Bogor, 14 Maret 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semangat. Pak Kasek. Jalan surga terbentang luas. Selamat menapaki liku-likunya. Salam sukses.

14 Mar
Balas

Ya, Pak. Terima jasih atas doanya.

14 Mar

Waahh..cerpen yang sangat luar biasa..Pagi Pa Kepsek..

14 Mar
Balas

Terima kasih, Bu Edit. Selamat pagi juga dan selamat beraktivitas.

14 Mar

Salam literasi pak... Semangat menjalankan amanah dariNya. Barakallahu fiik

14 Mar
Balas

Salam literasi kembali, Bu Vonny. Aamiin. Terima kasih atas doanya.

14 Mar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali