Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya

Matinya Pria Pemuja Wanita

Kemarin pagi, Pria Pemuja Wanita itu telah mati. Tubuhnya ditemukan sudah tak bernyawa tanpa busana. Petugas hotel yang hendak membersihkan kamar tempatnya menginap, dibuat terperanjat. Dengan tergopoh-gopoh, ia pun kemudian melaporkan kejadian itu kepada atasannya.

Tak berselang lama, beberapa polisi datang untuk melakukan olah TKP. Police Line pun segera dipasang di sekitar TKP. Dengan sigap, polisi melakukan olah TKP. Tak ada tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuhnya. Polisi hanya menemukan setengah botol minuman mineral dan bekas kemasan obat penambah stamina pria di kamar hotel yang ditempatinya.

Polisi tak mau berspekulasi tentang penyebab kematiannya. Dugaan sementara memang overdosis atau karena serangan jantung setelah berkencan dengan wanita. Dugaan itu diperkuat oleh keterangan resepsionis hotel yang memberi kesaksian, bahwa pria naas itu telah berada di kamar hotel itu sejak dua hari yang lalu bersama seorang wanita Namun untuk memastikan penyebab kematiannya, polisi kemudian membawa jenazah pria itu ke rumah sakit untuk diotopsi.

Karuan saja istri dan kedua anaknya menangis histeris setelah diberi kabar oleh polisi. Mereka tak hanya bersedih karena kematiannya. Lebih dari itu, ketiganya merasa sangat terpukul dan tak kuat menahan malu dengan cara kematiannya.

Namun tidak demikian dengan tetangganya. Kebanyakan mereka justru merasa lega atas kepergian pria itu. Ya, pria yang bernama Gunadi itu, selama ini oleh tetangganya dijuluki Pria Pemuja Wanita. Bukan tanpa alasan tetangga-tetangganya memberi julukan seperti itu. Meski sudah beristri dan memiliki dua anak yang sudah remaja, Gunadi masih saja suka bermain wanita.

Hampir setiap malam minggu, istri dan kedua anaknya ditinggalkannya. Ada-ada saja dalih yang dikemukakannya. Padahal sejatinya, ia pergi dengan wanita teman kencannya ke tempat yang disukainya. Setiap berkencan, ia selalu berganti wanita. Baginya, wanita adalah segalanya untuk memberi kepuasan hidupnya. Itulah sebabnya mengapa ia dijuluki Pria Pemuja Wanita.

Setelah puas berkencan, baru pada pagi harinya ia kembali ke rumah untuk tidur hampir seharian. Istri dan anak-anaknya benar-benar sudah tak berdaya untuk mengingatkan Gunadi. Lebih-lebih tetangganya. Setiap nasihat atau peringatan dari tetangganya, sama sekali tak pernah digubrisnya. Akhirnya tetangganya sudah tak ada lagi yang mau memberi nasihat atau mengingatkannya. Mereka kemudian justru menyumpahinya.

"Tunggu saja waktunya! Nanti Allah yang akan mengingatkanmu secara langsung, dengan cara yang Dia kehendaki!"

Rupanya sumpah para tetangganya kini terbukti. Pria Pemuja Wanita itu kini telah mati dengan cara yang membuat semua orang mengerti tentang siapa sesungguhnya dirinya. Sungguh kasihan istri dan anak-anak yang ditinggalkannya. Tapi biarlah, dia sendiri yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada-Nya. [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Selamat dan sukses. Buku cerpen yg keberapa

11 Oct
Balas

Hehehe... Belum menulis buku lagi, Pak. Mdh2an segera bisa menulis buku lagi. Mohon doanya, Pak.

11 Oct

Balasan yang setimpal, peringatan bagi Gunadi-Gunadi yang lain njih Pak?

11 Oct
Balas

Iya, Bu. Cuma kasihan istri dan anak2nya yg hrs menanggung malu krn ulah suami atau bapaknya.

11 Oct

Sebuah periatiwa yang tragis....semoga menjadi peringatan bagi Gunadi2 yang belum mati....

11 Oct
Balas

Sebenarnya kasus kematian dg cara seperti itu sdh sangat sering, Bu. Tapi entah mengapa msh sering terulang.

11 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali