Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya
Mengapa Tidak Menulis Sendiri?

Mengapa Tidak Menulis Sendiri?

Melalui media sosial, kadang kita suka membagikan tulisan orang lain kepada teman-teman. Meski di antara tulisan orang lain yang kita bagikan tersebut memang ada yang bagus isinya, namun tak jarang di antara tulisan tersebut ada yang isinya tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan kebaikannya. Karena itu, sebelum membagikan tulisan tersebut kepada orang lain, kita lebih dahulu harus mencermati secara saksama, apakah tulisan tersebut memang benar dan mengandung kebaikan atau tidak. Sebab, jika tulisan tersebut tidak benar dan tidak mengandung kebaikan, maka kita juga akan ikut bersalah.

Kita tak seharusnya mudah percaya pada kebenaran dan kebaikan isi tulisan yang kita peroleh entah dari siapa. Jika setelah kita cermati dan teliti secara saksama tulisan tersebut memang benar dan baik, bolehlah kita membagikan kepada orang lain. Namun jika tulisan tersebut meskipun benar, sesuai fakta yang ada, namun jika ternyata banyak mengandung ketidakbaikan bagi orang lain, sudah seharusnya kita tidak menyebarkannya atau langsung saja menghapusnya.

Bahkan menurut saya, demi kehati-hatian, sebaiknya kita tidak membiasakan diri untuk menyebarkan tulisan yang tidak jelas siapa penulisnya dan kurang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan kebaikan isinya. Jika kita ingin membagikan tulisan kepada orang lain, sebaiknya merupakan tulisan yang kita buat sendiri, yang mencantumkan identitas kita sebagai penulisnya. Hal itu tentu saja akan lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Kita tak perlu ragu atau bahkan menilai bahwa kita belum tentu mampu membuat tulisan. Kita harus mempunyai kepercayaan diri, bahwa kita pun mampu membuat tulisan. Jika orang lain bisa, mengapa kita tidak? Begitulah keyakinan yang harus kita tanamkan kuat-kuat pada diri kita.

Dalam menulis, kebenaran tatatulis memang penting. Namun yang jauh lebih penting adalah soal kebenaran dan kebaikan isi tulisan. Asal isi tulisan mengandung kebenaran dan kebaikan bagi orang banyak, maka meski ada sedikit-sedikit kekurangan dalam tatatulis, tidak terlalu menjadi masalah. Karena itu, siapa pun tak perlu ragu untuk menulis.

Haruskah selamanya kita hanya ingin menjadi pembagi tulisan orang lain? Jika kita sendiri sebenarnya mampu membuat tulisan, mengapa kita tidak menulis sendiri dan kemudian membagikan tulisan yang kita buat itu kepada orang lain? Jangan mengatakan tidak bisa! Semua orang itu mampu menulis. Tinggal punya kemauan atau tidak! Buktikan saja! [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Benar Pak Edi, Harusnya memang kita menulis sendiri. Saya bergabung dengan grup yang punya komitmen membagi tulisan, tetapi karya sendiri. Apapun bentuknya.

02 Jul
Balas

Begitulah, Bu. Baik buruk tapi karya sendiri.

02 Jul

Benar Pak Edi, Harusnya memang kita menulis sendiri. Saya bergabung dengan grup yang punya komitmen membagi tulisan, tetapi karya sendiri. Apapun bentuknya.

02 Jul
Balas

Benar Pak Edi, Harusnya memang kita menulis sendiri. Saya bergabung dengan grup yang punya komitmen membagi tulisan, tetapi karya sendiri. Apapun bentuknya.

02 Jul
Balas

Benar Pak Edi, Harusnya memang kita menulis sendiri. Saya bergabung dengan grup yang punya komitmen membagi tulisan, tetapi karya sendiri. Apapun bentuknya.

02 Jul
Balas

Benar Pak Edi, Harusnya memang kita menulis sendiri. Saya bergabung dengan grup yang punya komitmen membagi tulisan, tetapi karya sendiri. Apapun bentuknya.

02 Jul
Balas

Benar Pak Edi, Harusnya memang kita menulis sendiri. Saya bergabung dengan grup yang punya komitmen membagi tulisan, tetapi karya sendiri. Apapun bentuknya.

02 Jul
Balas

perlunya riwayat yg sahih...

02 Jul
Balas

Betul, Pak. Sehingga jelas, tdk asal berdalih "copas grup sebelah".

02 Jul

Selamat Jadi Penulis Populer Guru

02 Jul
Balas

Masa sih?

02 Jul

Mereka yang suka membagikan tulisan orang lain, karena belum bisa menulis sendiri pak, atau kurang pede dengan tulisannya sendiri

02 Jul
Balas

Bukan belum bisa, tapi belum mau, Pak. Perlu kita beri motivasi agar mau menulis.

02 Jul

Sepakat....karena dengan menulis sendiri kita bisa tahu sumber referensinya juga.

02 Jul
Balas

Ya, Bu shg lebih bisa dipertanggungjawabkan.

02 Jul

Setuju .....

02 Jul
Balas

Terima kasih, Pak. Jangan cuma menjadi konsumen ya, Pak. Peran sbg produsen perlu pula kita lakukan.

02 Jul

Sangat setuju. Jazakallah khoir, tulisan bapak membuat semangat menulis makin bertambah. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...pak kepala sekolah.

02 Jul
Balas

Harus selalu bersemangat, Bu. Salam sehat dan sukses juga.

02 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali