Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya

Oh...Ah...Hem...!

Seminggu lagi lebaran. Kang Sronto sama sekali belum membelikan apa pun untuk istrinya. Bukan karena ia tak peduli pada istrinya, tapi karena ia memang tak punya uang. Yu Tentrem, istrinya uring-uringan.

"Kamu ini bagaimana, Kang? Seminggu lagi lebaran kita belum membeli apa-apa kok kamu tenang-tenang saja sih?" ujar Yu Tentrem sambil menepuk lengan suaminya.

"Memangnya kita harus bagaimana, Trem? Lha kita kan memang tidak punya uang. Terus harus membeli apa dengan menggunakan apa?" jawab Kang Sronto tenang.

"Namanya laki-laki, coba usaha apa Kang, biar dapat duit untuk lebaran!"

"Memang lebaran harus pakai duit?"

"Oalah, Kang Sronto! Yang namanya lebaran itu hari istimewa. Sehingga setiap orang perlu menyambut dengan pakaian baru, aneka hidangan untuk tamu, menyembelih ayam, dan lain-lain. Itu semua butuh duit, Kang!" Yu Tentrem mulai agak jengkel dengan suaminya yang tampak malas-malasan.

"Oh...ah...hem...!" Kang Sronto menguap. "Lha suruh cari duit di mana, Trem? Selama ini kerjaku cuma di sawah kalau ada orang menyuruh. Sedang puasa begini, tidak ada orang menyuruh aku kerja di sawah. Lha aku harus kerja apa?"

Yu Tentrem diam. Yang dikatakan suaminya memang benar. Selama bulan puasa ini, memang tidak ada orang yang menyuruh suaminya kerja. Alasannya, orang merasa kasihan jika harus memerintah suaminya kerja yang berat seperti itu. Khawatir puasanya jadi batal, kata mereka.

Yu Tentrem sangat memahami alasan orang-orang itu.Tapi ia dan suaminya butuh makan. Kalau suaminya tidak kerja, terus mau makan apa?

"Coba ke pertigaan pinggir jalan raya sana, Kang! Membantu orang-orang yang mau menyeberang atau pengendara mobil yang mau masuk ke jalan raya kan bisa dapat duit, Kang?" saran Yu Tentrem kepada suaminya.

"Oh...ah...hem...! Benar juga katamu, Trem. Mau lebaran begini jalanan biasanya padat, sehingga banyak orang yang memgendarai mobil kesulitan untuk masuk ke jalan raya. Aku akan membantu mereka dan mudah-mudahan ada rezeki untuk kita,"

Kang Sronto terus mengambil peluit di laci mejanya. Dengan berjalan kaki, ia menuju ke pertigaan jalan raya dekat kampungnya. Benar, ternyata cukup banyak kendaraan yang tampak kesulitan untuk masuk-keluar jalan raya. Dengan hanya bermodal keberanian, ia kemudian berdiri di dekat pertigaan untuk membantu pengemudi yang kesulitan semacam itu.

Awalnya Kang Sronto sering dimarahi pengemudi yang dihentikannya secara mendadak. Tapi hal itu membuat Kang Sronto paham bahwa menghentikan kendaraan tidak boleh mendadak seperti itu. Lama-lama Kang Sronto pun mampu menjadi pengatur lalu lintas amatir.

Ternyata lumayan. Setiap pengemudi yang dibantu setidaknya memberi uang seribu atau dua ribu kepadanya. Sampai menjelang berbuka puasa, saku celananya hampir penuh. Setelah dihitung di rumah, ia mendapat uang tujuh puluh delapan ribu rupiah. Suatu jumlah yang cukup banyak bagi orang seperti dirinya.

Ternyata, asal mau berusaha, orang akan diberi cara memperoleh rezeki oleh Allah. Yu Tentrem tampak kegirangan. Kang Sronto pun merasa puas atas usaha yang semula tidak disangka bisa dilakukannya. Jika setiap hari ia lakukan, ia merasa yakin akan bisa membelikan kebutuhan lebaran untuk keluarganya. Tapi hati-hati dan harus selalu waspada ya, Kang Sronto! [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Cerita yang menarik

09 Jun
Balas

Terima kasih atas apresuasinya, Bu Yayu.

09 Jun

Wsh sebuah cerpen yang bagus. Saya kagum

09 Jun
Balas

Terima kasih atas apresiasinya, Pak. Ayo kapan Pak Ibrahim mau mulai menulis? Coba saja, pasti bisa!

09 Jun

Wsh sebuah cerpen yang bagus. Saya kagum

09 Jun
Balas

Alhamdulillah kang Sronto dan Yu Tentrem bisa berlebaran.

09 Jun
Balas

Alhamdulillah... Ya, Bu. Bisa merayakan Idul Fitri dg tenteram.

09 Jun

Betul pak, siapa yag mau berusaha pasti Allah berikan rezeqynya. Karena sebenarnya rezeqy itu sudah ada, tapi kita harus menjemputnya. Jazakallh khoir cerita bapak selalu sarat makna. Salam sehat dan sukses selalu....pak kepala sekolah. Barakallah.

09 Jun
Balas

Iya, Bu. Makanya Allah benci pada orang yg malas berusaha. Salam sehat dan sukses juga, Bu Raihana.

09 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali