Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya
Puluhan Pemuda yang Menggemparkan Dunia

Puluhan Pemuda yang Menggemparkan Dunia

Mereka masih sangat muda. Benar-benar sangat muda. Sekitar 20-tahunan saja usia mereka. Jumlah mereka pun tak banyak. Hanya puluhan. Tak sampai ratusan. Namun kiprah mereka dalam perjuangan bangsa Indonesia 90 tahun yang lalu, benar-benar telah menggemparkan dunia.

Mereka itu antara lain Soegondo Djojopuspito (23 tahun), Moehammad Jamin (25 tahun), Sarmidi Mangoensarkoro (24 tahun), Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (23 tahun), dan Adnan Kapau Gani (23 tahun). Selain mereka, ada pula Soenario Sastrowardojo, Johannes Leimena, Djoko Marsaid, Amir Sjarifuddin Harahap, Wage Rudolf Supratman, Kasman Singodimedjo, Muhammad Roem, Sie Kong Liong, dan lain-lain yang semuanya masih berusia muda.

Melalui Kongres Pemuda II, yang mereka adakan di Batavia (Jakarta) selama dua hari (Sabtu-Minggu, 27-28 Oktober 1928), mereka menghasilkan suatu keputusan yang menegaskan akan adanya tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia.

Tentu saja, keputusan mereka yang kemudian dikenal dengan Sumpah Pemuda itu, selain dinilai sebagai sebuah keputusan yang sangat berani juga telah menggemparkan dunia. Betapa tidak, di saat bangsa Indonesia masih sangat kuat dicengkeram penjajah Belanda, puluhan anak muda itu telah dengan sangat berani “mengirimkan kabar” kepada penjajah Belanda, bahwa di sini, tak lama lagi akan lahir sebuah negara baru bernama Indonesia.

Dalam keputusan itu, secara tegas mereka membuat pernyataan yang diulang sampai tiga kali, bahwa kami adalah poetra dan poetri Indonesia. Selanjutnya, di belakang pernyataan itu, dengan tegas secara berurutan mereka menyatakan, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia; mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia; dan menjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Keberanian anak-anak muda bangsa kita membuat keputusan seperti itu, sangat mungkin membuat geram penjajah Belanda. Lebih-lebih dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya pada saat penutupan kongres oleh W.R. Soepratman. Meski hanya menggunakan biola tanpa teks, namun ternyata lagu itu mampu membangkitkan semangat yang luar biasa bagi semua peserta kongres untuk mempercepat terwujudkan cita-cita perjuangan bangsa, yakni Indonesia merdeka.

Benar-benar mengagumkan! Energi positip yang ditimbulkan oleh Sumpah Pemuda benar-benar semakin meningkatkan kesadaran bangsa Indonesia tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Perjuangan bangsa Indonseia semakin rapih dan solid. Semangat perjuangan bangsa Indonesia semakin berkobar. Meski kemudian penjajah Belanda berganti dengan penjajah Jepang, namun semangat perjuangan bangsa Indonesia terus saja bembakar dada setiap pejuang bangsa.

Ketika Jepang semakin terdesak oleh sekutu, para pemimpin perjuangan bangsa Indonesia semakin yakin bahwa waktu kemerdekaan bangsa Indonesia sudah semakin dekat. Ternyata benar! Hanya berselang tiga hari setelah Jepang menyerah kepada sekutu (14/8/1945), bangsa Indonesia kemudian mampu memproklamasikan kemerdekaannya.

Berdasarkan uraian tadi, ada dua hikmah yang bisa diambil. Pertama, begitu pentingnya peran pemuda dalam perjuangan bangsa Indonesia guna mewujudkan cita-cita. Kedua, untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, sangat diperlukan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pentingnya peran pemuda dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia disebabkan karena pemudalah yang umumnya memiliki semangat dan idealisme yang tinggi dalam meraih cita-cita. Sedangkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia terasa sangat penting mengingat bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, yang memiliki banyak perbedaan, baik adat-istiadat, agama, budaya, bahasa daerah, dan lain-lain, yang semuanya jika tidak dikelola dengan baik akan berpotensi menimbulkan perpecahan di antara bangsa Indonesia.

Akhirnya, dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda kali ini, mari terus kita tingkatkan peran pemuda dalam perjuangan mewujudkan cita-cita bangsa. Jangan lupa untuk terus menjaga dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, agar kita benar-benar mampu mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Kita buktikan, bahwa kita benar-benar mau dan mampu melaksanakan ikrar para pemuda bangsa kita yang telah diputuskan 90 tahun yang lalu. [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Banyak pemuda yang lupa sejarah dan ada yang ingin melenyapkan sejarah..bgmn mengatasinya pak?

28 Oct
Balas

Itu tantangan kita. Hrs kita sadarkan, bahwa keberadaan kita saat ini tak lepas dari sejarah masa lalu. Siapa pun yg ingin melenyapkan sejarah, tak mungkin bisa. Mereka justru akan digilas oleh roda zaman yg akan menjadi sejarah masa yg akan datang.

28 Oct

Hmmm pk Edi, keren sangaaaat...:)

28 Oct
Balas

Amin. Tulisan ini merupakan persembahan khusus utk memperingati Hari Sumpah Pemuda, Bu.

28 Oct

Harus berjiwa muda utk selalu bisa menggerakkan yg muda2. Tugas guru, sangat strategis untuk itu. Bener ya Pak Edi?

28 Oct
Balas

Betul sekali, Bu. Tugas guru mendidik anak2 muda di era sekarang terasa semakin berat krn banyaknya tantangan dan masalah.

28 Oct

Semangat sumpah pemuda terus digelorakan pemuda saat ini untuk mewujudkan bangsa yg maju. Selamat dan sukses Pemuda Indonesia

28 Oct
Balas

Ya, Pak. Semangat Sumpah Pemuda harus kita gelorakan terus agar cita2 bangsa kita bisa segera terwujud.

28 Oct

Jelas , tulisan guru yang sangat faham sejarah. Semoga tonggak sejarah ini menjadikan pemuda dapat menyadari "posisinya" sebagai penerus cita-cita bangsa. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, pak.

28 Oct
Balas

Harapan kita tentu begitu, Bu. Mdh2an saja kita mampu meneruskan perjuangan mereka. Salam sehat dan sukses juga, Bu.

28 Oct

Luar biasa pak, menggetar jiwa, sukses selalu dan barakallah

28 Oct
Balas

Amin. Terima kasih atas apresiasinya, Bu.

28 Oct

Selamat hari Sumpah Pemuda Pak....

28 Oct
Balas

Terima kasih, Bu Rini. Selamat Hari Sumpah Pemuda juga.

28 Oct

sukses selalu bapak..tulisan bapak meginspirasi kami... semoga pemuda jaman milenial ini memiliki rasa empati terhadap kemajuan bangsanya...

28 Oct
Balas

Alhamdulillah... syukur kalau tulisan ini menginspirasi, Pak. Iya, Pak mdh2an begitu, Pak.

28 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali