Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya

Siswa Lebih Dihargai daripada Guru?

Semalam, seorang teman bertandang ke rumah. Setelah berbincang kesana kemari, termasuk membicarakan insiden jatuhnya sebuah pesawat komersial, dia kemudian berbicara soal pendidikan. Padahal dia bukan guru. Menurut teman saya tersebut, saat ini pemerintah lebih menghargai siswa daripada guru.

Saya terkejut. Bagaimana dia bisa berkesimpulan seperti itu? Sementara, saya yang merupakan guru saja tidak bisa membuat kesimpulan seperti itu. Karena itu, saya pun kemudian mendengarkan penjelasannya secara saksama.

Menurut teman saya itu, saat ini pemerintah benar-benar memanjakan siswa. Sementara guru, banyak yang dibiarkan hidup menderita. Lho, apa iya?

"Coba saja amati!" katanya dengan lantang sambil menatap tajam ke arah saya. Saya hanya diam sambil menunggu kata-kata dia berikutnya.

Dia pun kemudian melanjutkan kata-katanya. "Sekarang ini, siswa SD dan SMP gratis. Siswa SMA dan SMK sebagian gratis. Sudah begitu, mereka banyak yang menerima bantuan dana siswa miskin, dana PIP, dan lain-lain. Apakah ini bukan suatu bentuk pemanjaan kepada mereka?"

Saya mengatakan bahwa itu merupakan satu bentuk perhatian pemerintah kepada siswa miskin agar tetap bisa bersekolah. Lebih-lebih siswa SD dan SMP itu terkena program wajib belajar 9 tahun. Sehingga biaya pendidikan mereka memang menjadi tanggung jawab pemerinrah. Sehingga wajar jika mereka gratis.

"Tapi tak seharusnya begitu!" kata teman saya lebih lanjut. "Tidak semua orang tua siswa SD dan SMP itu miskin. Yang miskin silakan digratiskan, tapi yang mampu, bayar dong!"

Saya hanya bisa mengangguk-angguk tanpa memberi komentar.

"Sekarang coba lihat guru-guru yang mengajar mereka! Yang saya maksud adalah guru-guru honorer. Berapa honor yang diberikan pemerintah kepada mereka? Sudah layakkah?" tanyanya dengan dahi berkerut. Saya hanya diam.

"Apakah dengan memberi honor 500 ribu, 400 ribu, atau bahkan 300 ribu sebulan kepada mereka telah bisa dikatakan layak? Pikir saja! Mereka banyak yang sudah berkeluarga dan punya anak. Honor sejumlah itu bisa untuk apa?"

Lagi-lagi saya hanya diam.

"Meski berstatus honorer, nyatanya keberadaan mereka benar-benar sangat dibutuhkan di sekolah. Untuk saat ini, jika tanpa guru honorer, sekolah bisa bubar! Bisa kacau! Siswa telantar! Karena banyak sekolah yang jumlah guru honorernya mencapai 30 sampai 50%," lanjut teman saya itu berapi-api.

Kulihat dia mendesah. Sesaat dia menyeruput teh hangat yang disajikan istri saya. Dia kemudian melanjutkan kata-katanya.

"Saya bukannya membela guru honorer. Saya hanya menginginkan agar pemerintah bertindak adil. Jangan cuma siswa yang diperhatikan, tapi perhatikan pula kehidupan guru-guru honorer. Jangan sampai nasib mereka diabaikan dong!"

Saya hanya mengangguk-angguk tanpa bisa menanggapi kata-katanya. Benar-benar saya bingung harus ngomong apa. [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wawasan yg bagus. Semoga bisa dijadikan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan gtt.

30 Oct
Balas

Mdh2an saja begitu, Pak. Itu yg diharapkan.

30 Oct

Saya pun setuju dengan teman bapak. Benar juga yang beliau katakan.Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, pak kepala sekolah.

30 Oct
Balas

Tinggal kita tunggu kepekaan pemerintah, Bu. Salam sehat dan sukses juga.

30 Oct

Setujuuuuuu sekali pak. Jangan sampe guru honorer jadi jantung koroner. Barakallah

30 Oct
Balas

Iya, Bu. Jangan sampai seperti itu.

30 Oct

Iya Pak untuk guru honorer di sekolah saya saja gaji yang diterima sangat minim... Kasihan juga

30 Oct
Balas

Betul, Bu. Kasihan sekali mereka.

30 Oct

Setujupak....tp jg berlaku untuk yg ptt...gaji 400 rb...g cukub lah...

30 Oct
Balas

Betul, Pak. Nasib PTT sama saja.

30 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali