Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya
Terhadap Wisatawan Asing, Bijaksanalah!
BIJAKSANA : Terhadap budaya yang ditunjukkan oleh wisatawan asing, kita harus bijaksana.

Terhadap Wisatawan Asing, Bijaksanalah!

Indonesia termasuk surga bagi wisatawan asing. Rasanya ungkapan tersebut tidak berlebihan. Keindahan alam dan aneka budaya yang ada di negara kita, begitu menarik bagi wisatawan asing dari berbagai belahan dunia. Tak mengherankan jika dari tahun ke tahun, angka kunjungan wisata ke Indonesia terus meningkat.

Pemerintah dan masyarakat pun sigap. Dengan berbagai cara, dilakukanlah upaya membenahi aset-aset wisata yang sudah ada, sekaligus menambah berbagai destinasi wisata sesuai potensi yang ada, lengkap dengan acara-acara yang mengiringinya. Alhasil, wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia semakin meningkat. Pendapatan negara maupun masyarakat dari sektor pariwisata pun semakin meningkat pula.

Dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia, tentu perlu disikapi secara bijaksana, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Hal yang perlu disadari, bahwa kehadiran wisatawan asing ke Indonesia tidak hanya membawa uang namun juga membawa budaya mereka. Terkait dengan budaya yang mereka bawa, tentu tak bisa dilepaskan dari norma-norma yang berlaku di negara mereka, yang bisa jadi sangat berbeda atau bahkan ada yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di negara atau masyarakat kita.

Dalam hal berpakaian, misalnya. Menurut norma yang berlaku di sebagian masyarakat kita, wanita berpakaian minim dan cenderung sangat terbuka, dianggap tidak sopan. Namun di negara luar sana, banyak yang menganggap hal itu sebagai sesuatu yang biasa dan tidak perlu dipermasalahkan.

Menghadapi hal semacam ini, tentu dibutuhkan sikap bijaksana dari kita. Selama pakaian yang mereka kenakan atau sikap perilaku mereka tidak terlalu mencolok dan menimbulkan kerawanan sosial, maka tak perlu kita persoalkan. Meski demikian, bukan berarti kita terlalu permisif kepada mereka. Jika memang ada yang perlu kita ingatkan atas apapun yang mereka lakukan, boleh saja kita lakukan. Tentu dengan cara-cara yang bijaksana sehingga tidak sampai menyinggung perasaan mereka.

Bagaimanapun, setiap wisatawan asing tentu menyadari, bahwa setiap bangsa tentu memiliki budayanya sendiri, yang satu bangsa dengan lainnya bisa berbeda. Akan tetapi, karena sebagian mereka masih belum memahami budaya kita, sehingga meski sudah berada di Indonesia yang mereka tunjukkan masih saja budaya mereka. Namun setelah mereka mengetahui bahwa budaya yang mereka bawa ada sebagian yang tidak sesuai dengan budaya kita, tentu dengan sukarela mereka pun akan mau menyesuaikannya.

Dengan sikap bijaksana seperti itu, tentu mereka akan memperoleh kesan positif atas sambutan kita terhadap mereka. Kesan positif inilah yang merupakan aset yang sangat berharga untuk bisa mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan asing ke negara kita.*

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Yang paling disukai wisatawan asing nomor satu adalah " Keramahan orang-orang Indonesia". Di NEgara lain orangnya acuh tak acuh terhadap orang lain. Salam literasi Bapak KEpala Sekolah.....

14 Feb
Balas

Ya, Pak. Betul sekali. Terima kasih sekali, Pak Dudi. Salam literasi kembal.

14 Feb

Betul bijaksana dalam segala hal

14 Feb
Balas

Ya, Bu. Terima kasih sekali.

14 Feb

Perlu cara khusus supaya mereka sadar bahwa budaya yang mereka bawa kurang pas buat kita. Tapi anehnya justru banyak yang terpengaruh dan ikut-ikutan

14 Feb
Balas

Nah itulah! Berarti msh blm bisa menyaring dg baik.

14 Feb

Super sekali... Betul

14 Feb
Balas

Ya, Bu Nia. Terima kasih sekali.

14 Feb

Sama2....

14 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali