Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulusan IKIP Yogyakarta jurusan PMP-KN. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah....

Selengkapnya

Untukmu Cerita Ini Kutulis

Bagiku, kamu itu wanita istimewa. Banyak sekali kebaikan yang ada pada dirimu, yang belum tentu bisa aku temukan pada wanita lain. Selain kecantikan, kamu juga memiliki kesabaran, keikhlasan, kekuatan pendirian, dan kasih sayang yang luar biasa. Karena itu, aku ingin mengabadikan apa yang ada pada dirimu itu dalam bentuk cerita. Untuk itulah cerita ini kutulis.

Aku mengenalmu sejak kita masih sama-sama bersekolah di SPG. Sejak kelas satu hingga kelas tiga, kita selalu berada pada satu kelas yang sama. Kita sering mengerjakan tugas yang diberikan guru bersama. Kita sering berbincang-bincang bersama yang kadang diselingi gelak tawa. Karena itulah benih-benih cinta kita pun secara perlahan mulai tumbuh.

Aku sendiri merasa heran, mengapa gadis cantik berkulit putih bersih seperti kamu mau menjalin hubungan cinta denganku. Selain perawakanku kurus, aku juga merupakan anak orang tak punya. Sebenarnya banyak teman lain yang tertarik kepadamu. Mereka itu selain lebih tampan juga umumnya merupakan anak orang berada. Tapi mengapa kamu justru lebih tertarik kepadaku? Entahlah! Mungkin ada suatu keyakinan tersendiri yang ada pada dirimu mengenai diriku.

Terus terang, bagiku, ada gadis yang bisa tertarik kepadaku sungguh merupakan sesuatu yang harus sangat aku syukuri. Lebih-lebih gadis yang tertarik kepadaku itu merupakan gadis cantik sepertimu. Karena itu, meski masih bersekolah, hatiku sudah merasa mantap untuk kelak menjadikanmu sebagai istriku.

Tak berselang lama setelah lulus dari SPG, kamu diangkat menjadi guru SD. Sementara aku sendiri melanjutkan kuliah ke IKIP yang berada di luar kota. Mengingat keterbatasan keuangan, aku tak bisa sering pulang untuk menemuimu. Sebulan sekali di saat hari Minggu, itu sudah cukup bagiku. Selebihnya, aku hanya melayangkan surat-surat cinta untuk mengobati rasa rinduku kepadamu.

Kekhawatiran akan kehilanganmu memang sempat mengganggu pikiranku. Kudengar, ada beberapa orang yang tengah berusaha untuk merebut hatimu. Dua orang merupakan kerabatmu sendiri, dua orang lainnya lagi mereka yang berada di tempat kerjamu. Mengingat keadaanmu yang masih labil, bukan tak mungkin jika nantinya kamu akan berpaling dariku.

Tapi aku harus bagaimana? Kuliahku masih belum selesai. Namun rupanya ibuku tidak ingin memiliki anak laki-laki yang akan dianggap hanya mempermainkan anak gadis orang. Karena itu, kemudian ibuku memintaku untuk segera menikahinya meski aku belum selesai kuliah.

Ketika hal itu aku sampaikan kepadamu, kamu langsung menyetujuinya. Namun tantangan justru datang dari kedua orang tuamu. Entah dengan alasan apa, mereka tidak atau belum merestui kamu menikah denganku. Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya diputuskan bahwa aku dan kamu tetap menikah. Namun tidak di rumah orang tuamu, melainkan di rumah orang tuaku.

Bagiku, menikahimu di mana pun tidak menjadi masalah. Yang penting sah dan bisa menunjukkan bahwa aku merupakan laki-laki yang bertanggung jawab. Namun ada perasaan trenyuh yang mengiringi pernikahan kita yang hampir membuatku menangis. Untuk mempersunting wanita cantik sepertimu, aku dan keluargaku benar-benar tak bisa memberikan apa pun selain mahar uang dua puluh ribu rupiah. Perhiasan emas tak ada satu pun yang bisa aku berikan. Begitu pula dengan pakaian yang biasa diberikan kepada mempelai wanita. Namun entah mengapa, kulihat kamu mau menerima kenyataan itu dengan ikhlas.

Sambil menahan perasaan getir, dalam hati aku berjanji. Suatu saat nanti, setelah aku menjadi guru dan memiliki uang yang cukup, aku akan memberikan apa pun kepadamu sesuai dengan kemampuanku. Sama sekali aku tak boleh menyia-nyiakan wanita yang telah secara ikhlas menyerahkan cintanya kepadaku tanpa memandang seperti apa pun keadaanku.

Alhamdulillah, Allah mengizinkanku untuk memenuhi janjiku. Tak sampai setahun setelah aku lulus dari IKIP, aku diangkat menjadi guru SMA. Bukan main senangnya hatiku dan hatimu. Ucapan syukur terus aku panjatkan kepada-Nya. Sejak saat itu, setiap aku menerima gaji atau uang lainnya, selalu aku berikan semua kepadamu. Tak ada sedikit pun yang aku sembunyikan. Selain itu, aku juga selalu menyayangimu secara tulus, sebagaimana kamu menyayangiku.

Semoga Allah subhanahu wataala selalu memberikan kebahagiaan kepada keluarga kita. Amin. [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Cinta sejati tak pernah berpaling ke lain hati. Semoga langgeng, sakinah, mawadah, warohmah

11 Feb
Balas

Amin. Ya, Bu. Mudah-mudahan begitu.

12 Feb

Aamiin ya robbal alaamiin. Ini bukan cinta biasa. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Pak Kepala Sekolah.

11 Feb
Balas

Terima kasih, Bu Raihana. Salam sehat dan sukses juga untuk Bu Raihana.

11 Feb

Wow merinding saya bacanya Psk. Semoga rahmat Allah terlimpah. Sukses selalu dan barakallah

11 Feb
Balas

Apa iya, Bu? Amin. Sukses juga untuk Bu Ropiah.

11 Feb

Amin...Semoga samawa Pak Edi...Cerita inspiratif di siang hari....Terima kasih...Barakallah...

11 Feb
Balas

Amin. Terima kasih atas doa Bu Rini. Semoga keluarga Bu Rini pun selalu bahagia.

11 Feb

Cerita cinta yg luar biasa... Semoga selalu dan terus samawa

11 Feb
Balas

Terima kasih, Bu Ratna. Kadang saya hampir menangis saat mengingatnya. Amin. Terima kasih atas doa Bu Ratna. Semoga keluarga Bu Ratna juga selalu bahagia.

11 Feb

Cerita inspiratif. Barakallah....

11 Feb
Balas

Terima kasih atas apresiasinya, Pak. Amin.

11 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali