Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Sejak masih kuliah di IKIP Yogyakarta gemar menulis. Pernah menjadi guru di SMAN 1 Sokaraja, Banyumas 18 tahun, KS SMAN 1 S...

Selengkapnya

Buku Tingkatkan Harga Diri Guru

Mungkin banyak guru yang masih kurang menyadari kalau ternyata buku mampu meningkatkan harga diri seorang guru. Hal ini sangat wajar, mengingat tujuan guru menulis buku pada umumnya memang bukan untuk meningkatkan harga dirinya. Untuk mengembangkan bakat dan hobi, meningkatkan kemampuan menulis, berbagi ilmu kepada orang lain, dan mendapatkan angka kredit biasanya merupakan hal-hal yang sering menjadi alasan bagi guru dalam menulis buku.

Harga diri bagi guru penulis buku, justru diberikan oleh pihak lain. Teman sejawat, pimpinan, dan para kolegalah yang biasanya memberikan nilai lebih kepada guru penulis buku dibandingkan guru-guru lain yang belum atau tidak menulis buku. Alasan mereka sederhana. Faktanya, sampai saat ini jumlah guru di satu sekolah/madrasah yang telah mampu dan mau menulis buku jumlahnya masih relatif sedikit. Selain itu, untuk bisa menulis dan menghasilkan buku, diperlukan kemampuan tersendiri yang tidak setiap guru memilikinya. Itulah sebabnya maka mereka kemudian memberikan “nilai lebih” kepada guru penulis buku.

Pemberian “nilai lebih” kepada guru penulis buku antara lain ditunjukkan di saat ada kegiatan-kegiatan penting yang melibatkan guru, seperti Lomba Guru Berprestasi dan Lomba Karya Tulis Ilmiah atau sejenisnya. Dalam lomba-lomba semacam itu, biasanya teman-teman guru maupun kepala sekolah/madrasah akan memberi kepercayaan kepada guru penulis buku untuk mengikutinya. Harapannya, “jago” dari sekolah/madrasahnya setidaknya akan mampu bersaing dengan para peserta lomba lainnya, atau bahkan akan bisa meraih juara.

Memang, dalam Lomba Guru Berprestasi misalnya, juri biasanya juga akan memberikan nilai lebih kepada peserta lomba yang terbukti telah mampu menulis buku. Semakin banyak buku yang telah ditulis oleh guru peserta lomba, akan semakin tinggi pula nilai yang diberikan kepada guru tersebut. Karenanya, dalam Lomba Guru Berprestasi, pemenangnya biasanya merupakan guru-guru yang telah banyak menulis buku.

Dengan demikian, bersyukurlah para guru yang telah mampu menulis buku. Lebih-lebih jika buku yang ditulis telah banyak jumlahnya. Karena ternyata orang telah memberikan “harga” yang lebih tinggi dibandingkan guru-guru lain yang belum atau tidak menulis buku. Kendati demikian, hendaknya guru penulis buku tetap rendah hati. Jangan sampai karena telah banyak menulis buku dan diberi “harga” yang tinggi, kemudian menyombongkan diri. Jika itu sampai terjadi, harga dirinya yang sudah tinggi akan langsung turun ke tingkat yang serendah-rendahnya karena kesombongannya. [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search