Edi Prasetyo

Tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Sejak masih kuliah di IKIP Yogyakarta gemar menulis. Pernah menjadi guru di SMAN 1 Sokaraja, Banyumas 18 tahun, KS SMAN 1 S...

Selengkapnya

Pertanyaan Sinis Seorang Penulis

Ketika teman Anda atau siapa pun yang kebetulan penulis buku bertanya kepada Anda, “Berapa buku yang telah Anda tulis?” atau sejenisnya, bagaimana sikap Anda? Apakah Anda akan menjawabnya dengan jujur atau bagaimana?

Sepintas, pertanyaan seperti itu memang merupakan pertanyaan yang wajar. Umumnya, orang yang bertanya seperti itu memang sebatas ingin mengetahui berapa jumlah buku yang telah ditulis orang lain. Artinya, orang itu mengajukan pertanyaan dengan tulus. Namun, apakah setiap orang yang mengajukan pertanyaan semacam itu pasti niatnya tulus?

Belum tentu. Bisa jadi, ada orang yang mengajukan pertanyaan semacam itu sekadar menjadikannya sebagai batu loncatan untuk menyampaikan maksud dia yang sesungguhnya. Orang itu memang ingin mengetahui jumlah buku yang telah ditulis orang lain, namun itu bukan maksud dia yang utama. Setelah mendapatkan jawaban, lebih-lebih jika jawabannya menunjukkan bahwa jumlah buku yang telah ditulis orang lain itu baru sedikit, dia yang merasa telah menulis lebih banyak buku kemudian akan berusaha merendahkan orang lain itu dengan caranya.

Tanpa diminta, dengan penuh semangat orang itu kemudian akan menceritakan kisah sukses dirinya dalam menulis sekian banyak buku. Maksud sesungguhnya sudah bisa ditebak. Dia akan menunjukkan betapa hebat dirinya sekaligus betapa rendahnya orang yang telah dia tanya. Jika hal semacam itu benar-benar terjadi, berarti dia telah menunjukkan kesombongannya sebagai penulis. Pertanyaan yang dia ajukan tadi, ternyata hanya basa-basi untuk merendahkan orang lain.

Ketika Anda benar-benar mendapat pertanyaan seperti itu, sebaiknya Anda bersikap hati-hati. Jangan cepat-cepat memberikan jawaban. Amati mimik wajahnya dan rasakan nada kata-kata yang diucapkannya. Dari situ Anda akan bisa mengetahui pertanyaan orang itu tulus atau sekadar basa-basi dan mungkin berniat sinis kepada Anda.

Setelah Anda bisa menilai tulus tidaknya pertanyaannya, jawablah pertanyaannya dengan merendah. Meski sebenarnya mungkin Anda telah menulis cukup banyak buku, katakan saja bahwa buku yang Anda tulis baru sedikit. Anda bisa dianggap tidak jujur memang, namun itu akan lebih baik daripada Anda dianggap menyombongkan diri.

Dengan bersikap merendah, setidaknya Anda akan membuat orang itu berpikir dua kali untuk menyombongkan diri. Kalaupun kemudian ternyata orang itu tetap menyombongkan diri, Anda tak akan sampai sakit hati karena sejak awal Anda memang sudah mengetahui. [*]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search